Training Akuntasi Indonesia | Penyelenggara Training Bidang Accounting, Finance, Pajak, Export Import dan Banking di Indonesia Training Operational Risk Framework For A Comprehensive Implementation In A Bank | Training Akuntasi Indonesia
You are here
Home > Bandung > Training Operational Risk Framework For A Comprehensive Implementation In A Bank

Training Operational Risk Framework For A Comprehensive Implementation In A Bank

Training Operational Risk Framework For A Comprehensive Implementation In A Bank

Training Kerangka Kerja Risiko Operasional Untuk Pelaksanaan Yang Komprehensif Di Bank

Training Risiko Operasional Terkait Dengan Penetapan Modal Bank

Pelatihan Operational Risk Framework For A Comprehensive Implementation In A Bank Di Bandung

Deskripsi Training
Sejalan dengan ketentuan berlaku yang mendasari operasional suatu Bank maka Bank Indonesia telah menetapkan bahwa setiap Bank harus mengelola risiko dalam menjalankan setiap praktek bisnisnya. Sebagaimana tersebut dalam PBI No. 5/8/PBI/2003 yang selanjutnya telah diubah menjadi PBI No. 11/25/PBI/2009 tentang penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum dan diiukuti dengan penetapan SE BI No. 5/21/DPNP/2003 tentang penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum, maka Bank selayaknya memiliki kerangka kerja dalam penerapan pengelolaan risiko, melakukan pengawasan terpadu dalam pelaksanaannya serta memastikan pemahaman dan peningkatan setiap karyawannya dalam menjalankan prosedur bank secara patuh dan memperhatikan aspek risiko di dalamnya.

Pengelolaan aspek risiko yang terbaru yang saat ini sedang dihadapi hampir semua bank di Indonesia adalah penerapan pada pengelolaan Risiko Operasional (Operational Risk Management).

Terbatasnya sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan dan kompetensi mengenai pengelolaan risiko operasional, banyaknya cakupan proses kerja yang dilingkupi pada aspek risiko operasional, belum dimiliki nya kerangka kerja secara komprehensif dalam penerapan manajemen risiko operasional serta terbenturnya masalah pengadaan teknologi dan informasi yang terpadu untuk dapat memberikan gambaran profil risiko yang akurat khususnya untuk risiko operasional menyebabkan masih banyak Bank di Indonesia yang belum sepenuhnya menerapkan pengelolaan risiko operasional sebagaimana yang ditetapkan Bank Indonesia dalam PBI tersebut diatas.

Program 2-Days ADVANCE LEARNING ini akan memberikan pengetahuan high-level berupa kerangka kerja menyeluruh yang dapat diaplikasikan (applicable) bagi setiap Bank khususnya untuk Satuan Kerja Manajemen Risiko Operasional sehingga memudahkan unit kerja dimaksud dalam melakukan penerapan, memberikan edukasi dan memantau pelaksaan di unit-unit kerja yang ada pada Bank secara menyeluruh.

Manfaat Training
  1. Memahami pentingnya pengelolaan risiko operasional pada Bank dikaitkan dengan perhitungan modal Bank (Capital Charges).
  2. Menguasai kerangka kerja pengelolaan risiko operasional secara komprehensif.
  3. Memperoleh gambaran perihal teknologi informasi yang mendukung pelaksanaan penerapan kerangka kerja pada Bank.
  4. Menguasai jenis-jenis laporan profil risiko oeprasional di tingkat senior manajemen (direksi dan komisaris) serta di setiap jenjang organisari lainnya (tingkat divisi, departemen dan unit)
  5. Mampu menyelenggarakan pertemuan komite manajemen risiko secara komprehensif dan berdaya guna.

Topik Program Secara Keseluruhan
   * Kerangka Kerja Pengelolaan Risiko Operasional secara Komprehensif.
   * Risiko Operasional terkait dengan Penetapan Modal Bank.
   * Penetapan Komite Manajemen Risiko Operasional beserta Term of Reference.
   * Bentuk-bentuk Laporan Profil Risiko Operasional untuk Manajemen Bank.
   * Peningkatan Awareness di Seluruh Lapisan Organisasi Bank melalui Bentuk Edukasi yang Tepat Guna.

Siapa Yang Harus Ikut
Diperuntukkan bagi karyawan level menengah dan senior bank khususnya dari Bagian Kepatuhan/Compliance, Satuan Kerja Manajemen Risiko/Risk Management ataupun Satuan Kerja Manajemen Risiko Operasional/Operational Risk Management guna memperoleh gambaran lengkap tentang kerangka kerja pengelolaan risiko operasional yang dapat diaplikasikan langsung pada perusahaan tempatnya bekerja yang diperlengkapi dengan gambaran laporan profil risiko yang applicable untuk disuguhkan kepada manajemen senior (direksi dan komisaris) secara rutin melalui penyelenggaraan rapat komite manajemen risiko operasional yang efisien dan efektif

Training Leader
Yessy Pertamisari
Lulus sebagai Sarjana Teknik dari Jurusan Teknik Industri pada Institut Teknologi Bandung tahun 1994 dan langsung mengikuti Management Trainee di tahun yang sama pada Bank Universal. Lulus sebagai Assistant Manager pada tahun 1995 di Bank Universal dan langsung menduduki berbagai jabatan di Divisi Operations dimulai dari unit Complaint Handling, Call Center, ATM Reconciliation hingga Centralized Operations sampai dengan tahun 1999 dengan pangkat Senior Manager. Pada tahun 1999-2002 menduduki jabatan sebagai Kepala Divisi Policy and Procedures di Bank Universal dengan pangkat Assistant Vice President. Sejalan dengan mergernya Bank Universal dan Bank Bali menjadi PermataBank pada tahun 2002, mulai menggeluti bidang pengembangan proses, dimulai sebagai Process Development Head/Vice President pada Direktorat Retail Operations PermataBank selama tahun 2002-2004, sebagai Strategic Initiatives Head/Vice President di Direktorat Teknologi Informasi PermataBank dari tahun 2004-2005 dan Retail Banking Process
Development Head/Vice President pada Direktorat Bisnis Retail Banking PermataBank di sepanjang tahun 2006. Pada awal tahun 2007, dipercaya oleh PermataBank untuk merintis unit kerja Manajemen Risiko Operasional pada Bisnis Retail Banking sebagai Business Operational Risk Head/Vice President hingga pertengahan tahun 2009. Pengalaman kerja di PermataBank yang diperlengkapi dengan know-how tentang pengelolaan risiko operasional yang sangat memadai dari Standard Chartered Bank (SCB) sebagai salah satu pemilik PermataBank memberikan kontribusi bagi langkah karier berikutnya yaitu di Bank Tabungan Pensiunal Nasional (BTPN) sejak pertengahan tahun 2009 hingga akhir tahun 2011 menduduki posisi sebagai Operational Risk Head/Senior Vice President pada Direktorat Risk Management.

Jadwal Pelatihan Kerangka Kerja Risiko Operasional Untuk Pelaksanaan Yang Komprehensif Di Bank Di Bandung :

· 4 – 6 Maret 2019

· 1 – 4 April 2019

· 27 – 29 Mei 2019

· 19 – 21 Agustus 2019

· 24 – 26 September 2019

· 18 – 20 Desember 2019

Catatan : Jadwal tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta Training Kerangka Kerja Pengelolaan Risiko Operasional Secara Komprehensif Pasti Jalan

Invetasi dan Lokasi Pelatihan Risiko Operasional Terkait Dengan Penetapan Modal Bank Di Bandung :

· Yogyakarta, Hotel 101 (6.500.000 IDR / participant)

· Jakarta, Hotel Amaris Kemang (6.500.000 IDR / participant)

· Bandung, Hotel Neo Dipatiukur (6.500.000 IDR / participant)

· Bali, Hotel Ibis Kuta(7.500.000 IDR / participant)

· Surabaya, Hotel Amaris, Ibis Style (6.000.000 IDR / participant)

· Lombok, Sentosa Resort (7.500.000 IDR / participant)

Catatan : Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.

Fasilitas  Pelatihan Kerangka Kerja Pengelolaan Risiko Operasional Secara Komprehensif Di Bandung :

  • FREE Airport pickup service (Gratis Antar jemput Hotel/Bandara/Stasiun/Terminal)
  • FREE Akomodasi ke tempat pelatihan bagi peserta Training Risiko Operasional Terkait Dengan Penetapan Modal Bank Bandung Pasti Running
  • Module / Handout Training Kerangka Kerja Risiko Operasional Untuk Pelaksanaan Yang Komprehensif Di Bank Bandung Fixed Running
  • FREE Flashdisk
  • Sertifikat Training Operational Risk Framework For A Comprehensive Implementation In A Bank Di Bandung Murah
  • FREE Bag or bagpackers (Tas Training)
  • Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)
  • 2xCoffe Break & 1 Lunch, Dinner
  • FREE Souvenir Exclusive
  • Training room full AC and Multimedia

.

Top